31 Desember, 2008

WARNA dan SEKS


kemarin saya mendapat kiriman dari sahabat2 di milist milik majalah pria,yg saya ikuti.
mungkin kesannya,gampang banget..tinggal COPAS [copy dan paste] he..he..
seperti kata salah satu anggota saudara saya di milis PELAUT.

Artikel mengenai SEKS dilihat dari huruf awal nama kita.
serta artikel ttg,pengaruh warna dlm karier kita.SEMOGA BISA sedikit jadi intermezzo.

he..he..secara sepintas emang mungkin ga susah kirimnya [tinggal COPAS],anak TK juga bisa bikin.atau mungkin para WW yg lain.
seperti mba veni yg memforward ANAK2 KARBITAN dr salah satu tokoh pengajar/guru.
sekali lagi [spt kt salah satu saudara kita di MP],COPAS tuh paling gampang/mudah...
tetapi disini saya bukan hendak membicarakan : cara membuat/mengirim/menjadikan kontribusi di D7S..bukan cara2nya yg hendak saya sampaikan..
melainkan..
rasa ingin berbagi-nya itu loh..yg patut kita hargai.
disaat kita sedang ditraktir teman makan di hotel bintang 5,dimana kita merasakan makanan yg teramat lezat..pasti sering kita merasa berkata dlm hati : ah..andaikata ada si kecil/anak2 disini..atau andaikata saya bisa merasakan kelezatan ini bersama suami/istri/atau saudara2 yg kita kasihi..!!...

pernah kan kita begitu para WW..?

nah..itulah yg saya maksud.
pd saat mba veni,surtiasihdan semua kontributor yg lain,sedang membaca sebuah artikel yg mampu mencerahkan pribadi,dan kita ingin berbagi dg para WW yg lain,atau para saudara kita di MP..
perasaan ingin berbagi itulah [walau mungkin banyak yg juga telah mengetahui artikel tsb]..
adalah SESUATU YG PATUT KITA HARGAI.

Karena kita memang adalah KELUARGA. Keluarga Pelaut Indonesia.GPI adalah Rumah KIta,para pelaut indonesia/istri/pacar/anak2/simpatisan, adalah ANGGOTA KELUARGA.
MP ibarat ruang keluarga,D7S adalah kamar para WW,Forum GPI mungkin ibarat ruang kerja,dll..dsb.dan semua anggota keluarga..boleh memasuki semua ruangan di dlm rumah.tentunya dg tujuan yg jelas. mosok..anak2 ga boleh masuk kamar org-tuanya utk satu hal penting. kecuali ayah -ibunya sedang tidur..[?]..

para pelaut kita,para suami/istri pelaut kita..bukan saja perlu mengkonsumsi berita/artikel yg HANYA berhubungan dg pekerjaan,dg LAUT saja,atau dengan dunia mereka saja.
tetapi menurut saya, para pelaut kita adalah juga sama spt kita yg tiap hari berada di darat.butuh sesuatu yg lain,yg juga berada pd sisi lain kehidupan/human being.
agar kehidupan kita kita kian cerdas dan baik serta benar di masa2 yg akan datang.

Pelaut juga manusia..
punya rasa
punya hati..jangan samakan dengan besi badan kapal..
[he..he..pinjam lagunya SERIOUS band.]

SELAMAT TAHUN BARU 2009 PARA WW.
SEMOGA KITA KIAN MAMPU MENGHANTARKAN KELUARGA KITA MASING2 DALAM RENCANA INDAH DARI TUHAN YG MAHA BIJAKSANA.

GO ARROUND WORLD MY LOVELY SHIPS..
GBU

KARAKTER SEKS DILIHAT DARI HURUF AWAL NAMA

Ada yang bilang neh kalo karakter seks anda dapat ditentukan dari nama depan anda, benar atau tidak dibaca sendiri dan dipikirkan ya hehehehe....

A:
Anda tak romantis tetapi lebih tertarik pada tindakan. Bersama Anda, apa yang dilihat adalah yang didapat. Anda tidak punya kesabaran untuk bermain mata dan tak mau repot meladeni seseorang yang malu-malu kucing, manis, pura-pura sopan dan amat memikat hati. Anda adalah seseorang digaris depan. Ketika tiba saatnya berhubungan seks, tindakan adalah yang penting bukan isyarat-isyarat tak jelas. Daya tarik fisik pasangan penting untuk Anda. Anda menemukan bahwa perburuan dan tantangan sangat menggairahkan. Dari penampilan luar Anda tidak tampak sebagai orang yang penuh gairah dan seksi. Anda tidak memberi tahu orang banyak tentang gairah dan keseksian Anda. Kebutuhan fisik adalah perhatian utama Anda.

B:
Anda menyemburkan getaran sensualitas yang malas. Anda menyukai suasana romantis, penuh dengan suasana jamuan makan malam penuh dengan anggur. Anda senang menerima hadiah-hadiah sebagai tanda cinta dari pasangan. Anda ingin dimanja dan tahu bagaimana memanjakan pasangan. Anda sangat pribadi dalam menunjukkan rasa cinta dan khususnya saat bercinta. Anda akan menahan semuanya sampai segala sesuatunya sesuai dengan persetujuan Anda. Anda dapat mengontrol hasrat dan puasa dari seks bila harus demikian. Anda membutuhkan sensasi dan pengalaman baru. Anda ingin bereksperimen.

C:
Anda adalah pribadi yang sangat sosial oleh karenanya penting untuk punya hubungan pribadi. Anda butuh kedekatan dan kebersamaan. Anda harus dapat bicara dengan pasangan sebelum, selama dan sesudah bercinta. Anda ingin obyek kasih sayang Anda dapat diterima secara sosial dan kelihatan
ganteng/cantik. Anda melihat kekasih sebagai teman dan pendamping. Anda adalah orang yang sangat seksi dan sensual, butuh seseorang untuk menghargai dan hampir memuja diri Anda. Ketika itu tidak tercapai, Anda punya kemampuan untuk pergi dalam waktu lama tanpa aktivitas seks. Anda
adalah seorang ahli dalam mengontrol keinginan.

D:
Sekali kepala Anda memberitahu bahwa Anda butuh seseorang, Anda mulai bergerak dengan penuh semangat untuk mengejarnya, siapapun orangnya dan dimanapun dia. Anda tak menyerah dengan mudah. Anda adalah tipe orang pengejar lawan jenis, punya semangat ngemong dan peduli bila orang lain punya masalah. Anda adalah orang yang sangat seksi, bergairah, dan penuh semangat dalam membina hubungan meski kadang posesif dan pencemburu. Seks bagi Anda adalah hal yang menyenangkan yang harus dinikmati. Anda terdorong oleh hal eksentrik dan tak biasa, bebas dan terbuka.

E:
Kebutuhan terbesar Anda adalah bicara. Jika teman kencan Anda bukan pendengar yang baik, hubungan Anda bisa buruk. Pasangan Anda harus menarik secara intelektual. Jika tidak, Anda tak akan tertarik secara seksual padanya. Anda butuh teman untuk seorang kekasih sekaligus pendamping untuk teman tidur. Anda membenci ketidakharmonisan dan gangguan tetapi menikmati perdebatan sesekali. Anda senang main mata karena tantangan lebih penting dibanding tindakan seksual. Namun sekali Anda memberikan hati, Anda adalah orang yang sangat setia. Ketika Anda tak punya teman tidur yang baik, Anda akan tertidur dengan sebuah buku bagus di sisi Anda. (Terkadang, dalam kenyataan Anda lebih memilih buku yang baik).

F:
Anda termasuk orang idealis dan romantis serta seorang pemuja lawan-jenis. Anda mencari pasangan hidup yang terbaik. Anda senang main mata tetapi sekali berkomitmen, Anda sangat setia pada pasangan. Anda sensual, seksi dan bergairah secara pribadi. Di muka publik Anda tampak
senang pamer, mewah dan gagah. Anda terlahir sebagai orang romatis. Adegan cinta dramatis adalah fantasi favorit Anda di masa silam. Anda adalah kekasih yang amat baik hati.

G:
Anda orang yang sangat pemilih, mencari kesempurnaan pada diri sendiri dan kekasih. Anda hanya menanggapi kekasih yang secara intelektual sama atau lebih dan orang yang dapat meningkatkan status. Anda orang yang sensual dan tahu bagamana meraih puncak stimulasi erotis karena Anda
mengerjakannya dengan amat cermat. Anda dapat menjadi seseorang yang amat aktif secara seksual ketika menemukan waktu yang tepat. Tugas-tugas dan tanggung jawab mengatasi hal-hal lain. Anda mungkin sulit dekat secara emosi pada seorang kekasih tetapi tidak kesulitan dekat secara seksual.

H:
Anda mencari pasangan yang dapat menaikkan reputasi dan mendapatkan ketrampilan. Anda sangat baik terhadap kekasih sekali waktu menjalani komitmen. Hadiah-hadiah Anda sebenarnya merupakan investasi bagi pasangan. Sebelum menjalani komitmen, Anda cenderung berhemat dan berhati-hati terhadap pengeluaran dan kebiasaan berkencan serta sama hati-hatinya dengan keterlibatan secara seksual. Anda adalah kekasih yang sensual dan sabar. Bila sudah menyukai seseorang akan ditunggunya sampai kapanpun untuk meluluhkan hati pasangan yang disukainya. Berani bersaing dan penuh rivalitas dalam mengejar urusan ranjang.

I:
Anda memiliki kebutuhan besar untukdicintai dan dihargai...bahkan keinginan untuk dipuja. Anda menikmati kemewahan, sensualitas dan kenikmatan ragawi. Anda mencari kekasih yang tahu apa yang dikerjakan. Anda tidak tertarik pada seorang amatir kecuali amatir yang membutuhkan seorang tutor. Anda cerewet dan menghabiskan banyak tenaga untuk membuat keinginan terpenuhi. Anda butuh eksperimen dan mencoba mode baru untuk kegiatan seks. Anda mudah bosan sehingga membutuhkan petualangan dan perubahan seksual. Anda lebih sensual daripada seksual tetapi kadang menurun menjadi terlalu bernafsu.

J:
Anda sangat romantis dan terkait dengan kemewahan cinta. Memiliki pasangan adalah hal yang sangat penting bagi Anda, tapi kadang sangat sulit untuk mendapatkan. Anda bebas dalam menyatakan cinta dan ingin mengambil kesempatan dengan banyak pasangan, mencoba pengalaman seks dengan pasangan baru, membuat semuanya terasa enak. Otak memicu Anda. Anda harus merasa bahwa pasangan mendorong secara intelektual. Bila tidak, Anda akan kesulitan menjaga hubungan dengannya. Anda membutuhkan cinta, disayang, minum anggur dan makan malam untuk tahu bahwa Anda dihargai.

K:
Tak ada kata lain Anda benar-benar luar biasa mengagumkan! !!!!

L:
Anda sangat romatis, idealis kadang percaya bahwa mencintai berarti berkorban. Anda mengakhiri hubungan atau berhenti menarik hati orang yang punya masalah tak biasa. Anda melihat diri sendiri sebagai penyelamat kekasih. Anda tulus, penuh kasih, penuh nafsu dan mimpi. Anda mudah jatuh cinta. Anda berfantasi dan terdorong oleh film dan majalah. Anda tidak mengatakan rahasia hidup kepada orang lain. Tak juga fantasi seksual Anda.

M:
Emosional dan bersemangat. Ketika terlibat dalam sebuah hubungan, Anda melempar seluruh diri Anda di dalamnya. Tak ada yang bisa menghentikan Anda, tak ada satu palang pun yang menghalangi Anda. Anda habis-habisan dan mengidamkan seseorang yang sama penuh kasih dan bersemangat. Anda percaya pada kebebasan seksual total. Anda ingin mencoba semua. Pasokan energi seksual Anda tak ada matinya. Anda juga senang bertindak seperti ibu? bagi pasangan.

N:
Maaf ya...Anda payah di tempat tidur

O:
Anda sangat tertarik terhadap kegiatan seksual tetapi sangat tertutup dan malu mengakui hasrat ini. Anda dapat mengarahkan banyak dari energi seksual itu untuk menghasilkan uang dan atau mencari kekuasaan. Anda dengan mudah dapat memperpanjang periode lajang Anda. Anda penuh kasih,
penuh gairah, pecinta seks menuntut hal yang sama dan pasangan. Seks adalah hal yang serius sehingga Anda meminta keragaman intensitas dan ingin mencoba semua. Kadang gairah Anda berubah menjadi posesif yang harus terus dicek.

P:
Anda sangat sadar akan norma sosial. Anda tak akan memikirkan melakukan sesuatu yang membahayakan citra atau reputasi. Penampilan itu penting. Anda membutuhkan pasangan yang kelihatan tampan/cantik juga pandai. Anehnya, Anda kadang memandang pasangan sebagai musuh untuk mendorong getaran seks. Anda relatif bebas dari gangguan seksual. Anda mau bereksperimen dan mencoba cara baru. Anda sangat sosial dan sensual. Anda menikmati main mata dan membutuhkan cukup banyak penghargaan dari segi fisik.

Q:
Anda butuh aktivitas dan dorongan konstan. Anda punya banyak sekali energi fisik. Tak mudah bagi seorang pasangan untuk tetap bersama dengan Anda, baik secara seksual maupun hal lain. Anda adalah kekasih yang antusias dan cenderung tertarik pada orang dari kelompok etnis lain. Anda butuh roman, jantung hati dan bunga dan banyak perbincangan untuk menaikkan gairah dan berlanjut ke kegiatan seks.

R:
Anda orang yang sangat logis dan sangat berorientasi pada tindakan. Anda butuh seseorang yang dapat mengikuti langkah dan secara intelektual menyamai, lebih cerdas lebih baik. Anda menjadi bergairah lebih cepat karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Namun ketertarikan fisik amat penting bagi Anda. Anda harus merasa bangga pada pasangan. Secara pribadi Anda sangat seksi tapi Anda tak meminta, Anda ingin berlaku sabagai guru. Seks ilu penting, karenanya Anda dapat menjadi pasangan yang sangat menuntut.

S:
Anda sangat tertutup, menahan diri dan malu. Anda sangat seksi, sensual dan bengairah tetapi tak membiarkan hal ini. Hanya dalam keintiman pribadi Anda membiarkan alam membuka rahasia Anda. Ketika seks menjadi hal fundamental, Anda adalah seorang ahli. Anda tahu semua trik kecil, dan sanggup bersandiwara atau bermain-main dan membuat kehidupan cinta menjadi sangat serius. Anda punya kesabaran untuk menunggu orang yang tepat.

T:
Anda sangat sensitif, pribadi dan pasif secara seksual. Anda menyukai pasangan yang mengambil pimpinan. Msuik, lampu yang temaram dan pikiran romantis menaikkan gairah Anda. Anda berfantasi tetapi tidak mudah jatuh cinta. Ketika sedang kasmaran, Anda bisa romantis, idealis,menggelegak , dan amat bersemangat. Anda menikmati saat pikiran dan perasaan terdorong, terangsang dan tergoda. Anda adalah orang yang mahir dalam bermain mata. Anda mampu membuat hubungan sesuai dengan mimpi/fantasi, yang seringkali ada di kepala Anda.

U:
Anda bersikap antusias dan idealis ketika sedang jatuh cinta. Ketika tidak sedang jatuh cinta, Anda jatuh cinta dan selalu mencari seseorang untuk dipuja. Anda melihat roman sebagai tantangan. Anda adalah seorang penjelajah dan butuh petualangan, kehebohan dan kebebasan. Anda hanya berurusan dengan hubungan yang potensial. Anda merasa nikmat memberi hadiah dan melihat pasangan terlihat cantik/tampan. Dorongan seks Anda kuat dan bernafsu untuk langsung dikagumi. Anda ingin menempatkan kesenangan pasangan di atas keinginan diri sendiri.

V:
Anda individualis dan butuh kebebasan, ruang dan kehebohan. Anda menunggu sampai kenal seseorang dengan baik sebelum berkomitmen. Mengenal seseorang berarti menjiwainya. Anda merasa butuh mengerti isi kepalanya untuk mengerti apa yang mambuatnya bergerak. Anda tertarik pada orang bertipe eksentrik. Seringkali ada perbedaan usia antara Anda dan pasangan. Anda menikmati bahaya, gairah dan ketegangan. Adegan gay membuat Anda bergairah meski Anda bukan gay.

W:
Anda sangat bangga, tekun dan menolak tantangan ketika mengejar cinta. Ego Anda dipertaruhkan. Anda romantis, idealis dan sering jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan tidak melihat pasangan sebagai dirinya sendiri. Anda merasa benar-benar melemparkan seluruh diri Anda ke dalam hubungan. Tak ada yang terlalu baik untuk pasangan. Anda menikmati percumbuan.

X:
Anda butuh stimulasi konstan karena mudah bosan. Anda dapat berpacaran dengan lebih dari satu orang dengan mudah. Anda tak dapat mematikan pikiran. Anda terus bicara selagi bercinta. Anda punya hubungan cinta yang hebat, semuanya oleh diri sendiri dan di dalam kepala.

Y:
Anda seksi, sensual dan sangat mandiri. Bila tak mendapatkannya dengan cara Anda sendiri, Anda menghentikan segala sesuatunya. Anda ingin mengontrol hubungan yang tidak selalu berjalan dengan baik Anda merespon dorongan fisik, menikmati sentuhan di leher dan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyentuh, merasakan dan mengeksplorasi. Namun jika Anda menghabiskan waktu mencari uang, Anda akan menghentikan kesenangan ragawi ini sementara waktu. Anda merasa perlu membuktikan pada diri sendiri dan pasangan betapa hebatnya Anda sebagai seorang kekasih. Anda ingin umpan balik soal kinerja. Anda teman tidur yang terbuka, mendorong dan romantis.

Z:
Bagi Anda bisnis harus didahulukan dibanding urusan seks. Jika Anda diganggu urusan karir, bisnis atau urusan uang, Anda akan susah untuk rilek dan mendapat mooduntuk bercinta. Anda idealis, romantis terhadap tanggungjawab dan merasa harus sangat sensual. Anda tak pernah kehilangan kontrol terhadap emosi. Anda sangat hati-hati sebelum memberikan hati dan tubuh untuk urusan satu ini. Sekali Anda berkomitmen, Anda akan lekat seperti lem.

TIPS WARNA DLM KARIER

Banyak yang tidak tahu bahwa warna bisa mempengaruhi emosi dan
sebaiknya digunakan sesuai kesempatan atau momen. Nah, daftar berikut
bisa memberi Anda sedikit gambaran.

Hitam =
atau Abu-abu. Menciptakan jarak antar individu; mengurangi
keakraban. Warna ini cocok untuk acara formal dan berbagai pertemuan
resmi, karena memberi kesan businesslike yang serius dan berwibawa namun tidak ingin menonjolkan diri.

Merah =
menarik perhatian. Banyak mata akan menoleh jika Anda
mengenakan busana merah. Gunakan jika Anda ingin mengesankan rasa
percaya diri yang tinggi. Boleh digunakan saat presentasi, asal
dipadu-padankan dengan setelan yang pas. Sebaiknya jangan gunakan untuk
wawancara kerja, karena bisa memberi kesan “egosentris” yang dianggap
terlalu fokus pada diri sendiri dan kurang bisa bekerja sama dengan
orang lain

Pink =
menciptakan kesan feminin, lembut dan hati
yang terbuka. Cocok dikenakan di lingkungan kerja yang dominan
perempuan atau dikenakan oleh pekerja yang dituntut untuk bisa
berempati pada lawan bicaranya; seperti konsultan misalnya. Pria
biasanya akan dianggap lemah jika menggunakan warna ini.

Kuning =
memancarkan kehangatan dan optimisme. Gunakan warna ini
ketika Anda merasa tidak bersemangat kerja. Warna ini juga cocok bila
digunakan oleh pekerja di bidang yang berhubungan dengan anak-anak.

Coklat =
mampu mempengaruhi orang untuk lebih akrab dan leluasa
berbicara. Pas dikenakan pada acara-acara kantor yang tidak terlalu
formal di malam hari.

Oranye =
enerjik dan kreatif. Menggunakan warna ini bisa membuat Anda merasa ceria dan playful. Pekerja kreatif banyak yang menyukai warna ini untuk membangkitkan energinya.

Hijau =
memberi kesan segar, dekat dengan alam dan menggambarkan
sesuatu yang sedang bertumbuh. Warna ini tidak terlalu menyolok dan
oleh karenanya cocok digunakan pada berbagai kesempatan, baik resmi
maupun tidak.

Ungu =
unik dan spesial. Busana warna ini mengesankan pemakainya
ingin dianggap beda dari lainnya. Jangan gunakan bila Anda masuk dalam
lingkungan baru di mana Anda ingin segera berbaur dan diterima.

Putih =
bersih, terang dan menggambarkan suatu awal yang baru.
Warna ini kerap digunakan oleh pekerja baru untuk menggambarkan bahwa
dirinya belum terlalu trampil tetapi siap diarahkan dan dibentuk.

Kini,
ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan warna busana sebelum Anda
berangkat bekerja. Siapa tahu hanya dengan sentuhan sederhana itu
semangat kerja Anda selalu bersinar.

22 Desember, 2008

Anak-anak Karbitan

Anak-Anak Karbitan
Oleh Dewi Utama Faizah

Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu…

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana
orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga
persekolahanyang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak
mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri
dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.. Kursus-kursus kilat untuk
anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam
bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga
jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak
cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan
sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan
saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang
menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua … Captive market!

Kondisi di atas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita
amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan
lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia
dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar
penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan.
Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidak
tahuannya!
ANAK-ANAK YANG DIGEGAS…

Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap
anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan
intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengan
kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani
akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan
kecakapan-kecakapan akademik di dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini
terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi
pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang
psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard
College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang
matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak
jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian?
James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan
seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si
anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum
pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada
seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, di mana
seorang Ibu yang bernama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen
menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif
anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya
telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian
diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang
bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh
mencengangkan! Di usia 1 tahun, Edith telah dapat berbicara dengan kalimat
sempurna. Di usia 5 tahun, Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi
Britannica. Usia 9 tahun, ia membaca enam buah buku dan koran New York
Times setiap harinya. Usia 12 tahun, dia masuk universitas. Ketika usianya
menginjak 15 tahun, ia menjadi guru matematika di Michigan State
University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena
terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun kabar Edith
selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan
yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna
dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil
mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil, mereka
hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang
dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga
kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.

Selama berpuluh-puluh tahun, orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di
masa depan sangat ditentukan oleh faktor kognitif. Otak memang memiliki
kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu, banyak
orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan “Early Childhood
Training”. Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap
orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi
anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 %
bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi
belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam
memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat
mencolok. Hal ini terjadi sekarang di mana-mana, di Indonesia.
“EARLY RIPE, EARLY ROT…!”

Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1990 di
Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya
pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila
mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan
menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan ”peluang emas” bagi
anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera
mungkin ke Taman Kanak-kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan
senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun.
Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara
formal sebagai pemula.

Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah
dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah “Era
Headstart” merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk
membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka
(tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa
yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.

Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner,
seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal
“The Process of Education” pada tahun 1990. Ia menyatakan bahwa kompetensi
anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan
yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika . “We begin with the
hypothesis that any subject can be taught effectively in some
intellectually honest way to any child at any stage of development”.

Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang disalahartikan oleh
banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan
dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang
dan cepat busuk. (early ripe, early rot!).

Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD.
Di rumah, para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu
mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman
menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.

Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep
“kesiapan-readiness “ dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang
mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang “biological
limititations on learning”. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan
intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka
segera siap belajar apapun.

Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah
membuat anak-anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi “miniature orang
dewasa “. Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah
sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa,
berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain, media pun merangsang
anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan
internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak
anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang
keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa sebagai seksual
promosi yang menyesatkan. Pendek kata, media telah memekarkan bahasa,
berpikir dan perilaku anak tumbuh kembang secara cepat.

Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah
faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti
halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya
sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat
berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak
seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai
hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan
tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan
emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, cobalah
perhatikan, khususnya saat perilaku anak menampilkan gaya “kedewasaan “,
sementara perasaannya menangis berteriak sebagai “anak”.

Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang
anak laki-laki “Heintje” di era tahun 70-an: I’m Nobody’S Child.

I’M NOBODY’S CHILD

I’m nobody’s child
I’m nobody’s child
Just like a flower
I’m growing wild
No mommies kisses and no daddy’s smile
Nobody’s louch me I’m nobody’s child.
DAMPAK BERIKUTNYA TERJADI KETIKA ANAK MEMASUKI USIA REMAJA

Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki
usia remaja. Mereka tidak segan segan mempertontonkan berbagai macam
perilaku yang tidak patut. Patricia O’Brien menamakannya sebagai “The
Shrinking of Childhood”. “Lu belum tahu ya… bahwa gue telah melakukan
segalanya”, begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada
teman-temannya. “Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks”, serunya
bangga.

Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan
bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai
gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi
cepat mekar, kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan!
Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan
untuk berkembang, sebuah proses dalam kehidupannya!

Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas
yang berkarier di luar rumah tidak memiliki waktu banyak dengan anak-anak
mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih
mengandalkan tenaga “baby sitter” sebagai pengasuh anak-anaknva. Colette
Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai “Cinderella Syndrome”
yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau
menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi menghindari
kehidupan nyata yang mereka jalani.

Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di
lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut
berbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik,
lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika
anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah.
Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby
sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Tidak jarang
para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di lembaga pendidikan
eksekutif sebagai wakil dari orang tua.
ERA SUPERKIDS

Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya “be special” daripada “be
average or normal” sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin
anak-anak mereka menjadi “to excel to be the best”. Sebetulnya tidak ada
yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti
berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam
kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket,
balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya maka
lahirlah anak-anak super “SUPERKIDS”. Cost (biaya) merawat anak superkids
ini sangat mahal.

Era superkids berorientasi kepada “Competent Child”. Orangtua saling
berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya “earlier is
better”. Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan
ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant
seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak
tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah ketika anak anak itu
menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan!
BERBAGAI GAYA ORANGTUA

Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan
berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan
“miseducation” terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989)
mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:

Gourmet Parents (Orang tua Borju)

Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus,
mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya
hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung
merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh
dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu
mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas
pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka “superkids”
merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua. Orangtua kelompok
ini memakaikan anak-anaknya baju-baju mahal bermerek terkenal,
memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar
masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya
keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat
sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil
terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok orangtua “gourmet “ atau
kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.

College Degree Parents (Orang tua Intelek)

Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke
atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering
melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya
membantu membuat majalah dinding dan kegiatan ekstra kurikular lainnya.
Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan
hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka
“Superkids”, apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang
tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal
yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa
pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan
kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang
dilaksanakan di sekolah anak-anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak
membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.

Gold Medal Parents (Orang tua Mendali Emas)

Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya
menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan
anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu
pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini
lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi,
kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka
tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi “Seorang
Bintang Sejati “. Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi
“Sang Juara”, mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none
abang cilik ketika anak-anak mereka masih berusia TK.

Sebagai ilustrasi,dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang, puluhan
anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya
lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang
molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta. Anak-anak mulai resah,
berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara anak kecil
mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar.
Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai
pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas
kertas.

Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi
kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang
gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi
ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus “bintang cilik” Yoan Tanamal yang
mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian
menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni
penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya
menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana
pada anak-anak mereka!

Pada tanggal 29 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik
“Joshua” yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya.
Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang
dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih
ingat bagaimana lucu dan pintarnya Joshua ketika berumur kurang 3 tahun.
Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan
nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi
cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan
bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang “superkid”
seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film.

Do-it Yourself Parents (Orang tua Mandiri)

Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan
menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di
bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat
ibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan
anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan
keuangan mereka. Walaupun begitu, kelompok ini juga bemimpi untuk
menjadikan anak-anaknya “Superkids earlier is better”.

Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai
lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau
tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang
binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.

Outward Bound Parents (Orang tua Paranoid)

Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat
memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka
sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan
permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan
marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih
memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat tempat tawuran yang
berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak
disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep “Superkids”.
Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat
melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka
melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan
anak-anaknya “Karate, Yudo, pencak Silat” sejak dini. Ketidakpatutan
pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka
terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah
panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa
dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi “steril”
dengan lingkungannya.

Prodigy Parents (Orang tua Instan)

Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki
pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun tidak berpendidikan
yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan
bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah
mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.

Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat
dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang
cocok diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah
terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah.
Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku
tentang “Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca” karangan Glenn Doman , atau
“Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika” karangan Siegfried, “Berikan
Anakmu pemikiran Cemerlang” karangan Therese Engelmann, dan “Kiat-Kiat
Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 9 Hari” karangan Sidney Ledson.

Encounter Group Parents (Orang tua Pengerumpi)

Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka
terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang
tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga
merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya.

Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam
membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering
melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagai perilaku
“gang ngrumpi” yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak
membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka
sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya
lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat
mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya.
Menjadikan anak-anak mereka sebagai “Superkids” juga sangat diharapkan.
Namun banyak dari anak anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan
prestasi yang diharapkan.

Milk and Cookies Parents (Orang tua Ideal)

Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak
yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.
Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya
dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang
anak-anak mereka dengan penuh dukungan.

Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan
“miseducation” dalam merawat dan mengasuh anak-anaknya. Mereka memberikan
lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan
tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.

Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik
yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan,
bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka
untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun
meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah. Kehangatan
hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk
percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar.

Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan
patut kepada anak-anak mereka. Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan
suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang
dimilikinya. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa anak sendirilah yang
akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya. Bagi mereka, setiap anak
adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang
juga berbeda dan unik!

Kamu harus tahu bahwa tiada satu pun yang lebih tinggi, atau lebih kuat,
atau lebih baik, atau pun lebih berharga dalam kehidupan nanti daripada
kenangan indah; terutama kenangan manis di masa kanak-kanak. Kamu
mendengar banyak hal tentang pendidikan, namun beberapa hal yang indah,
kenangan berharga yang tersimpan sejak kecil adalah mungkin itu pendidikan
yang terbaik. Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa
kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan terselamatkan. Bahkan
apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersiampan dalam hati
kita, maka itulah kenangan yang akan memberikan satu hari untuk
keselamatan kita” (destoyevsky’ s brothers karamoz)
PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK

Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya
juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada
produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah
“industri” dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak.
Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang
menumpuk. Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian
guru-guru yang sibuk sebagai “Operator kurikulum” dan tidak punya waktu
mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator
sekolah. Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih
dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi “pengabar isi buku pelajaran”
ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di
saat-saat tertentu, sekolah akan menggunakan “mesin-mesin dalam menskor”
capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa
potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam
menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk
menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai
anak.

Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan
organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka
diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di
pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal
kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam
mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam
sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi
semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan
melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan,
namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang
hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah? dengan tugas-tugas dan PR
yang menumpuk.

Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk
menyongsong kehidupannya! Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang
sama. Membangun 90 % kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan
bahwa sekolah telah melakukan “pedagogy of the oppressed” terhadap
anak-anak didiknya. Di mana guru mengajar, anak diajar, guru mengerti
semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan,
guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak
didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya
mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat
cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja,
guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran
(Freire,1993) . Model pembelajaran banking system ini dikritik
habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan
antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah.
MENGKOMPETENSI ANAK MERUPAKAN “KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN”

“Anak adalah anugrah Tuhan sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi
citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang
bertanggungjawab”
(Nature versus Nurture)

Bagaimana?

Karena ada dua pengertian kompetensi. Kompetensi yang datang dari
kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi
yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri.

Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson
(psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa
menjadi apapun sesuai kehendak kita; sebagai komponen sentral dari konsep
kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapat
dibentuk melalui pembelajaran dini.
Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut :

Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to
bring them up in, and I’ll guarantee you to take any one at random and
train him to become any type of specialist I might select — doctor,
lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless
of this talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his
ancestors ”

Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan “intervensi dini”
setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya.
Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada
tahun 1979. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk
mengukur “Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)” dalam mata
pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini
dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times
sebagai berikut : “The improvement in those areas were not the result of
any magic program or any singular teaching strategy, they were…. simply
proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it
has paid off in New Yersey”

Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti
Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan
sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik
ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. Semestinya kita dapat
menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan
kompetensi-kompeten si perolehan pengetahuan hanya secara kognitif.

Oleh karena hingga hari ini, sekolah belum mampu menjawab dan dapat
menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran.
Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti
emosi, sosial, kognitif fisik, dan moral belum dapat dikemas dalam
pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejati
adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak
sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anak
dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja!. Pendidikan sejati bukanlah
paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi
bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan
keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi
secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan
“curiosity” inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita.
AKADEMIK BUKANLAH KEBUTUHAN DARI SEBUAH PENDIDIKAN! “EMPTY SACKS WILL
NEVER STAND UPRIGHT”(GEORGE ELIOT).

Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui
kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun
secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak
didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati dan pisik anak akan
menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah
dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari
“karakter”. Di mana mereka mendidik anak menjadi “good and smart” terang
hati dan pikiran.

Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan “how learn to learn” pada anak
didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak
didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan
berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi
sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik
yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai
kreativitas.

Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya
berjam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia. Thomas Edison mengatakan
bahwa “genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration “.

Semangat belajar “encourage” tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak.
Perlu proses yang melibatkan hati, kesukaan dan kecintaan belajar.
Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak
mencintai mereka sebagai anak. Selanjutnya misi sekolah lainnya yang
paling fundamental adalah mengalirkan “moral litermy” melalui pendidikan
karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan
plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King,
Jr ). Inilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi
otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara
pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik.
PENUTUP

Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang
terang hati dan terang pikiran “good and smart” merupakan tugas kita
bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang
mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya
antara guru dan orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang
tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan
segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah
ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan
faktor emosi.

Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini
kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi “SUPERKIDS”. Inilah
fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya
era anak-anak karbitan! Lihatlah nanti ketika anak-anak karbitan itu
menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke
kanak-kanakan. []

*) Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen
Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan
Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.

21 Desember, 2008

INDONESIA,ATLANTIS MASA DEPAN


Empat abad sebelum Masehi Plato berkisah tentang sebuah peradaban yang hilang. Atlantis mempersiapkan serangan besar terhadap Athena. Namun, sebelum rencana terlaksana, banjir dan gempa yang kejam membaringkan benua itu dalam tidur abadi jauh di dasar Samudera Atlantik. satu hal patut diyakini, kekuatan alam mampu memusnahkan peradaban semua bangsa, tanpa terkecuali Atlantis. Kekhawatiran yang nyaris serupa kini juga merambati dunia modern. Fenomena pulau tenggelam, meski tak sedahsyat kisah terkuburnya Atlantis, semakin nyata di depan mata. Mencairnya gunung-gunung es di kutub akibat pemanasan global diprediksi akan menimbulkan bencana yang sama. Indonesia pun berpotensi mengalami nasib serupa dengan Atlantis.

Ancaman kepulauan Zamrud Khatulistiwa ini ditenggelamkan oleh oleh air laut sudah mulai terlihat saat ini. Menurut Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, Syamsul Maarif, rata-rata setiap tahun kepulauan di Indonesia kehilangan 5 cm daratannya didesak air laut. Namun, dia tidak yakin fenomena raibnya pulau-pulau kecil Indonesia karena kenaikan air laut akibat pemanasan global.

"Dulu diidentifikasi kita memiliki 17. 504 pulau. Kemarin hasil perhitungan kembali kok menjadi 17. 480, berarti ada 24 pulau yang hilang. Saya tidak berani memastikan hilangnya 24 pulau itu karena salah pendataan atau karena dampak pemanasan global," katanya.

Berbeda dari Syamsul Maarif, Emil Salim, sangat yakin hilangnya pulau-pulau kecil di Indonesia karena tenggelam sebagai dampak pemanasan global. Bahkan, menurut begawan pelestarian lingkungan ini, Pulau Vanuatu, Kirlyfatsu, dan Kepulauan Marshal di Samudera Pasifik kini sudah tenggelam akibat kenaikan air laut itu. "Kalau ini berlanjut, maka pulau di Indonesia yang hilang pada tahun 2030 nanti bisa mencapai 2.000 pulau dari 12.000 pulau yang ada sekarang," kata mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup zaman Orde Baru ini.

"Kita kan mengandalkan produksi padi. Padahal, irigasi air berubah karena musim juga berubah, sehingga petaniketeraturan menanam padi juga ikut berubah. Curah hujan berkurang, air menjadi langka. Produksi pangan dan kelangkaan air karena kemarau. Lahir penyakit-penyakit baru. Dan yang terpukul adalah rakyat miskin di negara berkembang," ujarnya.

Sejalan dengan pemikiran Emil Salim, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayati, menyatakan musim kering yang panjang dan jumlah curah hujan yang besar dalam waktu singkat akan semakin sering dirasakan masyarakat akibat pemanasan global. Dia memprediksi jika akumulasi gas Co2 di atmosfer terus bertambah akibat intensitas pembuangan gas berbahaya sisa industri tidak dikurangi, maka sepuluh tahun kedepan suhu bumi akan meninggkat rata-rata 2° Celsius.

Kemarau panjang dan iklim yang tidak menentu membuat petani semakin menderita. Kehidupan mereka kian merosot. Kini tanah dan air menjadi sering tidak bersahabat. Padahal mereka mengandalkan hidup pada tanah dan air. Di ujung lain, nelayan yang mengandalkan hidup dari kemurahan laut pun kini dibenturkan pada kenyataan pahit: sering tidak kuasa menduga ombak lautan. Para nelayan tradisional seperti di Kampung Uewajo, Morowali, Sulawesi Tengah, sering tidak bisa melaut karena ombak besar kerap datang tanpa diduga.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Tengah Dr Ir Hasanuddin Atjo MP mengatakan perlu penelitian dan analisis untuk mengetahui secara pasti pengaruh pemanasan global terhadap nelayan. Pengaruh pemanasan global jelas ada, namun saat ini belum terlalu terlihat dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan nelayan.

Menurut Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC), pemanasan global saat ini "sepenuhnya tidak berasal dari sebab-sebab alam". Mereka menegaskan, manusia bertanggung jawab atas kerusakan siklus iklim ini.

pantaiMenurut Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, pemerintah sudah berusaha mengurangi pencemaran udara dengan menjalankan rencana nasional pengurangan pembuangan emisi berbahaya ke udara. Namun hasil pelaksanaan rencana nasional itu baru bisa dirasakan sepuluh tahun mendatang.

Rachmat Witoelar juga membantah tudingan pihaknya tidak tegas mengatasi masalah pencemaran lingkungan. "Di bagian mananya? Kami telah menindak banyak pabrik yang melanggar (dan membawa) ke pengadilan. Lantas apa lagi? Cuma itu yang bisa dilakukan. Saya menolak kalau KLH dikatakan tidak tegas dalam mengatasi pencemaran lingkungan."

Tentu kita tidak ingin legenda Atlantis menjadi kisah nyata bagi Indonesia. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk mencegah ancaman itu. Pemerintah pun harus bertindak tegas. "Yang terpenting ketegasan pemerintah. Kalau pemerintah tidak berani, tamat riwayat Indonesia," kata Emil Salim.

Sumber : VHRmedia/VM

Disalin dari : Jawaban news.com/21-12-2008

19 Desember, 2008

dari milis pelaut menuju hikmah istri pelaut

Salam kenal kpd semua anggota rekan2 milis ini & jg kpd para istri2 pelaut yg
tergabung di dalamnya,
Nama saya Dewi,yg jg istri dr pelaut.dlm kesempatan ini saya ingin berbagi
cerita & meminta sedikit perhatian & bantuan untuk masalah yang sedang saudara
kita alami (janda pelaut).
Mungkin ada diantara rekan2 semua terlebih lg alumni PLAP/STIP angkatan 39 yg
telah mendengar kabar bahwa, pd tanggal 17 Maret 2008 Yang lalu,telah meninggal
dunia saudara,sahabat kita semua yaitu rekan pelaut yg bernama SURYA WIDAYAT
pd usia 31 thn,seorang lulusan PLAP/STIP angkatan 39/T, dgn meninggalkan istri
seorang ibu rumah tangga yang bernama SARI (27thn) yg pd saat itu sedang
mengandung, dan 3 orang anak lainnya yang masing2 bernama :
1. AHMAD SEVIANOOR (6thn)
2. MORENO ALANDRA (4thn)
3.SABRINA AURELYA MAHARANI (1.5thn)
4.ABIZAR MARCELLO OKTARA (33hari)
Pd saat itu,sebagai saudara,kaka,teman&sahabat.saya dan suami dapat merasakan
kesedihan &penderitaa yg mereka alami.Semenjak itu dengan segala upaya saya &
kel mencoba dengan kerendahan hati utk mencoba membantu memikul beban yang di
tanggung istri Alm terhadap anak2 mereka. begitupun pada saat kelahiran anak ke
4 mereka pd tgl 26 OKTOBER 2008 lalu,kamipun tak merasa terbebani,kami
menganggap itu sebagai anugrah terindah dari TUHAN YME utk kami & kel. Dengan
dpt merangkul &Â membantu mereka kami begitu bahagia & sangat senang,ingin
kebahagiaan itu kami bagi dengan rekan2 semua, untuk itu apabila ada diantara
rekan2 sekalian yang mau bergandeng tangan dgn kami utk memeluk & membantu
mereka dengan sedikit memberi harapan dan bantuan akan pendidikan dan masa depan
mereka yang lebih baik,km akan sangat gembira & mengucapkan terima kasih yg se
besar2nya atas anugrah yg tak terhingga ini,dikarenakan biaya hidup & pendidikan
yang mereka butuhkan hingga besar
nanti,agar dapat menjadi penerus bangsa ini yang pintar & tangguh menghadapi
hidup ini.Semoga saja apa yang saya sampaikan dapat menggugah hati rekan2
sekalian.Dgn segala kerendahan diri kami mengucapkan banyak terima kasih yang
sebesar-besarnya atas perhatian & kebaikan rekan2 semua kpd istri
Almarhum,semoga TUHAN YME membalas segala kebaikan rekan2 dengan pahala yang
besar disisinya,AMIN!
Â
untuk info lebih lanjut saudara bisa menghubungi saya di alamat email pribadi
saya (dewiharyadi@...) & di no hp 0818409809 atau bisa langsung
menghubungi istri alm,SARI di no hp 08176636353
d/a JL.KHMAS MANSYUR GG,H. AWALUDIN 1 Rt 4/17 NO; 35 TANAH ABANG,JAK-PUS
Â
Dan untuk bapak Budiman saya mewakili kel Almarhum mengucapkan banyak terima
kasih atas dimuatnya surat saya di milis ini.wassalam
---------------------------------------------------------------------------------------------

sengaja saya forward isi email email yg terformat di ruang milis pelaut pd 29 november 08 yg lalu.
bukan utk apa apa,tetapi hanya utk sekedar membuat hati saya semakin kuat serta bersyukur dengan segala apa yg telah membawa saya berada di sini.

karena email tsb-lah saya akhirnya mencoba memberanikan diri mendaftar jadi anggota milis pelaut,yg selama ini hanya saya ikuti secara pasif.

secara pribadi,saya begitu tertegun dg masalah yg sedang dialami mba Sari/ Ny.Surya Widayat.
saya mencoba dapat memahami perasaan mba sari..terutama saat melahirkan putra ke 4 nya tanpa kehadiran ayahnya utk selamanya.
saya juga mencoba berempati..seandainya saya menjadi mba sari. Apa yg harus saya lakukan..?

sementara saya punya seorang sahabat [yg juga istri dari pelaut],yang baru2 ini mengalami masalah yg tak kalah beratnya.
yaitu,suaminya tertangkap basah berselingkuh dengan wanita lain,yg notabene masih family jauh.dimana sahabat saya demi 2 putra/i nya harus menahan diri dan perasaan utk tetap melangsungkan kebersamaan demi anak2nya yg masih kecil.

hari ini,tgl 19 desember 08, menjelang HARI IBU, di milis pelaut,ada salah satu anggota milis yg merasa tak nyaman dg keberadaan suara2 WW [yg memang ibu2],yg mulai dirasa amat mengganggu [baca :tak sesuai misi awal GPI].

disini yang ingin saya sampaikan adalah..
kemana kita selaku pribadi,selaku istri pelaut,selaku single parent yg bila suami berlayar,hendak sedikit saling menguatkan dan menegarkan diri [terutama yg sedang berposisi jauh dr suami dan keluarga] ?
begitu susahnyakah kita bisa seperti Persatuan2 istri pe-profesi lain?
WHY,WE CAN MAKE UNITED NOW ?
WE WAIT ARE FOR..?

besok 22 desember 08.
disini khusus saya hendak menyampaikan : SELAMAT HARI IBU ,buat mba sari dan sahabat saya.
semoga kekuatan sebagai ibu atas kita,tak pernah melelahkan dunia..
untuk tetap mempercayai kita.
untuk masa depan putra/i kita.

WE ARE A WONDER WOMEN.
AND WE ARE NEVER RUN..
NEVER BACK STEP..
NEVER CRY..
FOR EVERYTHING IN THE FRONT..

sekali lagi..SELAMAT HARI IBU rekan2 WW semua.Happy Mother's DayMother's Day CakeMother's Day Basket 1
semoga persahabatan,persaudaraan,serta kasih kita,tak pernah luntur.

16 Desember, 2008

7 OBAT TERLARANG BAGI BAYI

05-12-2008

Bayi yang mungil lebih rentan terkena efek samping daripada orang dewasa. Jadi berhati-hatilah dalam memilih obat untuk si kecil. Obat-obatan berikut ini tidak direkomendasikan oleh para dokter untuk diberikan pada bayi Anda.

1. Aspirin
Jangan memberikan aspirin atau obat apa pun yang mengandung aspirin pada bayi, karena aspirin akan menyebabkan bayi menjadi rentan terkena sindrom Reye (Reye syndrom: serangan mendadak berupa gangguan pernapasan dan pencernaan selama beberapa hari dan berakhir dengan pembengkakkan otak yang ditandai dengan kejang atau koma, red). Obat-obatan untuk anak yang dijual di toko juga belum tentu bebas aspirin, yang mempunyai nama lain asam salisilat. Jadi, baca baik-baik label kemasan dan bertanyalah pada dokter jika Anda tidak yakin apakah obat tersebut mengandung aspirin.

2. Obat Anti Mual
Jangan pernah memberi bayi Anda obat anti mual, karena obat-obatan seperti ini mempunyai efek samping yang besar, kecuali jika dokter memang menganjurkan. Menurut Dr. Caroline, Sp.A dari Rumah Sakit OMC Jakarta, obat yang biasanya mengandung zat metoclopramide sebagai penghilang mual jika diberikan pada bayi akan menyebabkan gangguan extrapyramidal yang menyerang syaraf. Rasa mual pada bayi biasanya hanya berlangsung sebentar, dan akan hilang tanpa diberi obat-obatan tertentu. Jika bayi Anda muntah dan mengalami dehidrasi, segera pergi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

3. Obat untuk Orang Dewasa
Memberi bayi obat untuk orang dewasa dengan dosis yang disesuaikan sangat berbahaya. Jika pada label kemasan tidak tercantum dosis untuk bayi, maka jangan berikan obat tersebut pada bayi Anda.

4. Obat Resep Untuk Orang atau Penyakit lain
Obat yang diresepkan untuk orang lain atau jenis penyakit lain bisa jadi tidak efektif atau bahkan berbahaya jika diberikan pada bayi Anda. Berikan hanya obat yang diresepkan untuknya dan sesuai dengan penyakitnya.

5. Obat Kadaluarsa
Buang segera obat jika telah habis masa berlakunya, karena akan berbahaya jika tetap digunakan. Demikian juga dengan obat yang telah mengalami perubahan warna dan bentuk. Namun jangan membuangnya ke dalam kloset, karena akan mempengaruhi kandungan air tanah yang akan digunakan sebagai air minum. Agar aman, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan buanglah ke tempat sampah.

6. Acetaminophen Berlebihan
Obat batuk dan pilek yang dijual bebas di pasaran mengandung acetaminophen yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit dan penurun panas, sehingga tidak baik jika digunakan bersamaan. Tanyakan pada dokter jika Anda tidak tahu kandungan yang terdapat dalam suatu obat batuk atau obat pilek. Dan jika si kecil sudah terlanjur mendapatkan obat resep, berilah acetaminophen hanya jika dokter memastikan bahwa zat itu baik bagi keadaan bayi Anda.

7. Tablet Kunyah
Obat yang berupa tablet kunyah sangat berbahaya untuk bayi. Jika si kecil Anda sudah makan makanan padat dan Anda ingin memberikan tablet kunyah, maka tablet itu harus digerus dulu, lalu dicampurkan dalam satu sendok penuh makanan lembut seperti yogurt atau saus apel. Untuk memperoleh dosis yang tepat, pastikan bayi Anda memakan habis makanan yang ada di sendok tersebut. Namun, ada beberapa jenis tablet kunyah yang tidak boleh digerus, karena dapat menghilangkan kandungan zat penting di dalamnya. Mintalah penjelasan lebih lanjut pada dokter seandainya bayi Anda diberi tablet kunyah.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada dua jenis obat lain yang patut Anda pertimbangkan sebelum memberikannya pada si kecil:

  • Obat-obatan Herbal
    Obat-obatan jenis herbal memang aman bagi Anda karena menggunakan bahan-bahan dasar alami, tapi bukan berarti aman pula bagi bayi Anda. Pada dasarnya, tidak masalah jika obat-obatan herbal yang akan Anda berikan pada si kecil murni berasal dari tumbuh-tumbuhan, karena belum mengalami percampuran dengan bahan kimia. “Namun jangan memberikan obat-obatan herbal dalam bentuk jamu, karena jamu sudah mengalami proses percampuran bahan secara kimiawi.” kata Dr. Caroline.

    Pada bayi, obat-obatan jenis ini dapat menimbulkan alergi, kerusakan hati, dan naiknya tekanan darah. Apalagi jika dikombinasikan dengan obat jenis lain, bisa fatal akibatnya. Sebelum memberikan obat-obatan herbal pada si kecil, konsultasilah dulu pada dokter. Dan selalu beritahu dokter mengenai obat-obatan herbal apa saja yang pernah Anda berikan pada si kecil sebelum ia memberikan resep.
  • Obat Batuk dan Obat Pilek yang Dijual Di Toko
    Sebenarnya, batuk dapat membantu membersihkan paru-paru bayi. Obat batuk dan pilek seperti dekongestan seringkali bersifat kontraproduktif. Artinya, tidak terlalu membantu penyembuhan batuk pada bayi, tapi hanya meringankan gejalanya saja. Obat ini justru menimbulkan efek samping seperti gelisah dan susah tidur. Jadi, jika si kecil sedang pilek, cobalah menanganinya dengan memberinya banyak minum. Kalau belum berhasil, temui dokter sebelum Anda memutuskan untuk membeli obat pilek di toko.

Disalin dari MOTHER AND BABY ,5 DESEMBER 2008

15 Desember, 2008

MAU DIJADIKAN APA ANAK KITA ?

dari milis tetangga,kala saya mendua hati dari milis PELAUT
GirlBaby SmileyCrib 2


ANAK BELAJAR

Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, dia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, dia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, dia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, dia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, dia belajar mendengki
Jika anak dibesarkan dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, dia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan ketekunan, dia belajar menghadapi tantangan
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, dia belajar mengenali diri
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, dia belajar dermawan
Jika anak dibesarkan dengan jujur & terbuka, dia belajar kebenaran & keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, dia belajar temukan cinta dalam hidup
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, dia belajar berdamai dengan pikiran

***** writen by: Dorothy ..... *****

Manusia adalah produk masa lalunya. Walau selalu di persimpangan, dia seringkali tak kuasa menentukan arahnya...

LIFE IS ONE'S CHOICE WHICH ENDS TO RESPONSIBILITY

13 Desember, 2008

POETRY

Selesai


Sudahlah....
biarkan teriknya matahari memutuskan benang layang2 yang kemarin
terukur dan tertali pada tonggak di padang,
karena memang,
kita masih dapat menggelas dengan lebih tajam
dengan kedua ibu jari dan telunjuk kita, meski telah berdarah darah..

Sudahlah....
rentangkan saja layar terakhir bahtera yang pernah singgah pada
pelabuhan hati kita di masa madu tak
pernah surut kemarin,
karena memang kita sudah tak menyimpan sobekan awan dan jelaga
untuk dijahitkan pada tiang,
sebagai pengampuh angin selatan,
pendorong tujuan yang utuh..

Biarkan saja...
kawanan merpati melepaskan sebagian bulunya,
dan menjatuhkan tangkapan paruhnya,
pada tanah meranggas di seberang lautan
yang sedang kita seberangi,
dengan kedua tangan kita yang kian terkepal erat,
tak hendak membuka untuk
sekedar membuat buih pada sisi kiri
dan kanan kita..

Biarkan saja..
kaki kita menuju pada apa yang memang
telah terjejak oleh pendaki sebelum kita,
sembari kita bungkus pergelangannya dengan selembar awan putih,
meski merahnya mampu mengoyakkan
bersihnya...

sudahlah..
biarkan saja...


==================================================


Yang Tersimpan


perhentian kereta senja adalah,
jalan panjang tanpa
tepian yang berujung pada batasnya,
ketika aku bukan lagi peniup peluit kereta terakhirmu,
pada senja kemarin....

pada bebatuannya yang berserakan di dinginnya
tanah basah ini,
engkau mencoba menulis janji
sembari kau robek hatiku yang hanya satu2nya
yang kemarin kau rebahkan pada
permadani biru dan ungu..

yang tersimpan pada jejak perhentian ini,
adalah sebuah warna yang
pasti bukan milik kita lagi
ataupun kepunyaan esok kita lagi,
melainkan sebuah pelangi yang bersandar
pada langit keluasan sang yusuf
dan bertumbuh bagi kemilikan yang lapang
tentang rentang depan
yang maha luas..

lalu
yang tersimpan bagi kita adalah,
sebuah cawan,
yang tak lagi lurus pada pinggirnya,
meski masih
mampu menampung
air mata dan keringat kita,
saat meniti esok

11 Desember, 2008

Jalan Jalan Pagi

Pagi ini saya nggak sengaja lewat dapur7samudra. Cukup lama juga nggak lewat. Maklum profesi saya sekarang "pengacara" alias pengangguran banyak acara. Ditambah profesi tambahan jadi M.C alias Momong cucu. Terus terang malu juga saya ngintip dapur ini. Tapi bau sarapan paginya itu lho yang Nggak Kuku. Lain lho jeng goreng telor dikapal sama didarat. Entah kenapa. Mungkin yang gorengnya si Mamah. Bumbunya Cinta Kasih 110% ditambah Leave Pay. (Eh ketaun deh si Papah dapat uang cuti alias leave pay.)

Rasanya nggak fair juga kalo cuma saya yang bisa mampir di Dapur ini. Tapi kesepakatannya gitu kan ya. Biar para "betina" yang semuanya "wonder wonder" yang berceloteh disini. Para jantan eh pejantan eh apa atuh namanya, nongkrong diluar.

Mungkin saya mau buat blog lain yang intinya mengumpulkan blog blognya para pelaut biar gampang nyarinya. Kalo udah beken biar pakai adsense jadi dapat uang receh buat beli pulsa.

salam manis utuk semua yang ada di dapur.

Pensiunan Pelaut
58 and counting

08 Desember, 2008

Pre-marriage

Before You Say I Love You Too

You and Your Guy

Tak ubahnya dengan pengajuan visa untuk pergi ke luar negeri, sebaiknya pria yang akan jadi pasangan Anda juga telah lolos pengawasan yang ketat. Baiklah, Anda boleh bersorak gembira begitu si ganteng yang sudah jadi teman kencan Anda selama dua bulan belakangan ini akhirnya menyatakan perasaan cintanya. Tapi hal itu bukan berarti Anda boleh langsung menganggukkan kepala dan bersedia buat menyandang predikat jadi pacarnya. Sebaiknya cari tahu lebih banyak dulu soal si dia sebelum Anda menyematkan gelar Mr.Right di dadanya.

Jika dilihat-lihat, Addo yang berprofesi sebagai akuntan itu memang oke. Tubuhnya tinggi besar dan senyumnya super manis. Belum lagi pria 29 tahun itu juga ramah dan humoris. Sayangnya Gina baru kenal dua minggu, makanya saat Addo mengutarakan isi hatinya, Gina pun bingung bukan main. Addo pasti akan kelihatan membanggakan jika digandeng ke mal, tapi bagaimana dengan urusan pribadinya? Gina sama sekali belum tahu apa-apa, alias gelap!

Dibantu oleh Lifina Dewi M.Psi, psikolog klinis, Cosmo menguraikan tiga poin yang bisa Anda ketahui dari calon pacar. Namun pastikan saat proses penyelidikan berlangsung, Anda tidak melanggar batas privacy si dia. Sebaiknya Anda juga berkonsentrasi pada beberapa poin informasi yang menurut Anda paling urgent. Ingat, tak ada manusia yang sempurna. Sangat mustahil jika Anda mengidamkan sosok pria seperti Boy dalam film Catatan
Si Boy. Jadi kalau bagi Anda urusan kematangan dalam karier jadi prioritas, maka masalah itulah yang sebaiknya paling banyak Anda cari tahu.

Beragam informasi yang menyangkut masalah pribadi calon pasangan juga boleh ditanyakan, apalagi jika Anda mentargetkan diri mendapatkan calon pendamping hidup, dan bukan partner yang sekadar asyik diajak club hopping semata. Jika deretan informasi yang diperlukan sudah ada di tangan, maka Anda bisa bersiap menghadapi kondisi yang tak terduga atau siap mental menerima dan mengantisipasi kekurangan si dia.

Posisi di kantor
Karier adalah hal yang paling sah buat ditanyakan saat awal kencan Anda. Yang penting, jangan bertubi-tubi saja. Awali dengan pertanyaan seputar lokasi kantor, profesi, tanggung jawab, dan lingkup pekerjaannya. Biarpun Anda sudah tak sabar ingin tahu berapa gajinya, tahan dulu keinginan ini. Soalnya, masalah kocek memang sangat sensitif. Untuk mendapat gambaran soal penghasilan, coba saja Anda observasi gaya hidup si dia. Kalau dia kerap mengenakan kemeja dan sepatu Kenzo atau Hugo Boss, bolehlah Anda perkirakan kira-kira di kelas mana dia berada.

Yang perlu diingat, jangan jadikan jabatan tinggi sebagai pedoman menentukan apakah dia si Mr. Right atau bukan. Selain itu, cari tahu juga bagaimana ia bisa mencapai jabatan tersebut dan apa usahanya untuk mempertahankannya. Dari situ Anda juga bisa melihat, apakah si dia tipe pekerja keras, pasif, atau malah ambisius dan terlalu obsesif. Tentunya hal ini bisa Anda jadikan bayangan masa depan, kalau sampai nanti Anda resmi jadi pacar atau malah sampai menikah dengan pria ini.

Riwayat Perjalanan Cintanya
Menurut Lifina, sebenarnya tidak ada kewajiban antar calon pasangan atau pun mereka yang sudah menyandang gelar pasangan buat berterus terang soal masa lalu masing-masing. Apalagi jika keduanya belum merasa belum siap atau nyaman buat membagi masa lalunya. Bagi sebagian orang, masa lalu kurang penting buat dipermasalahkan, kenyataan setelah resmi jadi pasangan dan masa depan hubungan lebih penting daripada hal itu. Tapi Anda masih boleh tetap penasaran soal masa lalunya.

Di satu sisi, masa lalu juga bisa dijadikan referensi kelakuannya di masa sekarang dan juga masa depan, tentunya, biarpun ada kemungkinan perubahan jika ia punya niat untuk berubah. Jadi, kalau ia mengaku pernah meninggalkan pacar pertamanya demi seorang wanita seksi, maka tidak tertutup kemungkinan kalau mungkin suatu hari nanti ia tega mencampakkan Anda karena ia tertarik pada wanita lain. Saat melontarkan aneka pertanyaan seputar masa lalunya, sebaiknya hindari sikap yang interogatif. Jelaskan secara perlahan kalau deretan pertanyaan itu hanyalah sebagian dari upaya Anda untuk lebih memahaminya. Dan sebagai kompensasinya, Anda tidak boleh protes atau menolak saat si dia menanyakan hal yang sama pada Anda.

Hubungan Dengan Keluarga
Memang bukan makan malam bersama keluarganya yang tengah Anda impikan. Sedikit info tentang jumlah saudara kandung atau makanan favorit keluarganya saja mungkin sudah cukup menghibur Anda. Tapi tak jarang si calon pacar terlihat ogah-ogahan saat Anda bertanya tentang keluarganya. Saran Lifina, jangan curiga dulu atas sikap tertutupnya si dia, karena memang pria pada umumnya tidak bisa terbuka seperti kaum wanita dalam urusan menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah pribadi dan mengungkapkan perasaannya. Tak heran saat sedang berkumpul bareng teman-temannya pun kaum pria lebih asik membicarakan soal modifikasi mobil atau klub sepak bola kesayangan, ketimbang curhat masalah hubungannya dengan sang kekasih.

Lalu kapan Anda boleh cari tahu perihal keluarganya? Jawabannya: nanti, saat kedekatan Anda berdua sudah berlangsung selama beberapa bulan atau ketika Anda sudah resmi menyandang predikat kekasihnya. Sebelumnya jangan lupa buat mengutarakan dengan jelas tentang tujuan Anda mengenal keluarganya lebih jauh. Tapi jika si dia mengaku belum siap, sabar saja. Karena tak jarang pria enggan mendekatkan sang pasangan pada keluarganya dengan alasan yang sangat masuk akal, yaitu ia ingin lebih fokus pada hubungannya dengan Anda lebih dulu. Bila hubungan sudah lebih mantap, maka dengan senang hati ia pasti akan menggandeng Anda buat bertemu keluarganya.

Kemudian bagaimana jika saat Anda mulai menggali beberapa informasi tersirat kesan kalau ia tidak dekat dengan keluarganya? Apakah hal ini berarti kalau ia tiidak masuk kategori family man yang menjanjikan buat dijadikan pasangan? "Jangan dulu memberi label seperti itu padanya! Hal seperti itu biasanya timbul karena ia mungkin dibesarkan dalam keluarga yang kurang ekspresif dalam menunjukkan perasaan," jelas Lifina. Atau bisa jadi kualitas waktu pertemuan mereka kurang bermutu. Dan bukan tak mungkin jika Anda memberi banyak masukan maka ia akan berubah jadi sosok yang lebih baik!


disadur dari : COSMOPOLITAN MAGAZINE DECEMBER 08 EDITION

semoga bermanfaat bagi yg hendak menetapkan calon suami. ok..lets be

Bride And Groom

LESSON FROM AURA MAGAZINE

seven ways for a succes marriage

1. Mempertahankan individualitas.

semandiri apapun kita,perkawinan punya kebiasaan membuat kita tersedot menjadi pasangan. Terutama jika sudah punya anak,hidup akan terasa makin mengikat dari hari ke hari. Sering akibatnya adalah mrasatergantung,dan tempat tergantung seakan seseorang terus menerus menyeret pergelangan kaki.
Dan PASANGAN YANG SUKSES tahu,sebesar apapun cinta,perkawinan dpt menghasilkan rasa terkungkung. Mereka saling mendorong satu sama lain utk tidak menjadi "kami",mengambil wkt utk sendiri,punya
hobbi sendiri,dan bahkan teman2 sendiri. Dengan cara ini,suami istri membawa individualitas mereka ke dlm perkawinan,membuat perkawinan tetap segar dan hidup.

2. Bicara dan berunding secara teratur

Perkawinan itu beda dengan hidup bersama. tidak berarti lebih baik. harapan sbg suami istri beda dg harapan sbg pacar,harapan sebelum ada konflik beda dg sesudah terjadi konflik. sebagai contoh,perempuan
bahagia ketika prianya menjalani hidup sbg mahasiswa,tapi sesudah menikah tentu ia mengharap suaminya punya penghasilan tetap[kerja]
Dan PASANGAN yg SUKSES bicara secara mendalam ttg :harapan2 thd satu sama lain sebelum menikah. jika terdapat ketidak sepakatan,maka pasangan ini harus berpikir secara serius,dan sesudah menikah
masih juga bicara secara teratur ttg harapan2 dlm perkawinan. jika terdapat harapan yg bertentangan,mereka terus berkomunikasi,sampai terjadi pengertian,kesepakatan.

3. Tetap mementingkan pasangan

Sesudah menikah,pasangan cenderung tergoda melupakan tata krama.ketika pergi bersama usahakan utk mengingat hal2 kecil spt saling melayani pasangan lbh dulu,dan hal besar spt mendengarkan secara
hormat satu sama lain. perkawinan dpt menyebabkan perubahan besar dan sering pasangan jd tidak sopan lagi kepada satu sama lain,tidak lagi menganggap pasangannya penting,tetapi sebaliknya,mulai utama
kan hal2 lain spt,pekerjaan,hobi,atau anak2.
Dan PASANGAN yg SUKSES selalu memperhatikan dan mementingkan pasangannya. mereka senang dan tertarik dg pendapat2 pasangannya,mereka memperhatikan secara serius,penuh sukacita ketika men-
ceritakan pasangannya dg org lain. singkatnya,mereka tak pernah anggap remeh satu sama lain dan selalu ingat,betapa beruntungnya mereka menikah.

4. Belajar menyelesaikan konflik

Elemen dasar yg membedakan perkawinan sukses dan gagal adalah,apakah dpt menyelesaikan konflik atau tidak ? dg kata lain jika kita dan pasangan bukan hasil cloning,selalu ada saat2 dimana kita tdk setuju
dg pasangan,dimana ketidak setujuan itu menyakitkan. memang kita harus menolak kecanduan,kekerasan atau penyiksaan. tetapi jika pasangan kita hanya ingin sesuatu yg beda dr kita atau melakukan sesuatu
dg cara yg tdk sama dg cara kita,kita harus menyelesaikannya.
Dan PASANGAN yg SUKSES terus berkomunikasi,seburuk apapun perasaan hati kita,tetap merundingkan perbedaan2 dan ketidak setujuan hingga mendapat solusi yg adil. kita tersenyum saling mendukung
ketimbang marah dan menggerutu. kita harus menerima,terkadang cinta lebih penting ketimbang menang.

5. Terus menghidupkan gairah asmara

Di awal pernikahan,kita mungkin begitu panas dan bergairah spt gunung berapi,tetapi selanjutnya gairah dan gejolak asmara mungkin jadi sedingin es,apalagi ditambah dg kesibukan kehadiran bayi pertama.
PASANGAN yg SUKSES tahu,utk menjaga gairah tetap hangat,perlu secara aktif memprioritaskan hub.intim,meluangkan waktu dan menyediakan ruang utk itu. perlu memastikan utk terus menerus memperbarui
pengetahuan ttg kebutuhan seksual satu sama lain,mencari cara2 utk menyenangkan pasangan,tetap penuh kasih sayang jika terjadi kekeringan seksual,menyirami dg rayuan,belaian,pelukan,cumbuan dan bersi-
kap romantis.

6. Tumbuh dengan pasangannya

Pada kenyataannya,org yg kita nikahi pd 4,7,10 tahun mendatang tidak akan tetap sama spt kita baru menikah. kita akan berubah terutama pada saat penting spt,punya anak,kehilangan orang tua,atau mengha-
dapi saran kosong.
PASANGAN yg SUKSES tahu,bahwa kepribadian salah satu pasanagn atau keduanya akan berubah pd saat2 spt ini,rasanya seakan2 hukum dan aturan2 sudah berubah. yg dimaksud disini adalah,kita perlu
berubah utk menyesuaikan diri dg hubungan yg berubah. menantisipasi perubahan2 ini dan menjalaninya,tidak saling menuntut tetap sama selamanya,tapi menyambut baik perkembangan kepribadian alamiah
dan kemitraan yg terjadi sejalan dg waktu.

7. Terus berusaha mempertahankan perkawinan

Pernikahan bisa membuat kita terlena.terutama dg berjalannya waktu, kita mungkin merasa tak ada yg bisa membahayakan ikatan kita berdua.
Hati2,ternyata waktu dan rasa aman semu dapat mengikis cinta,bahkan cinta paling kuatpun. karena itu PASANGAN SUKSES akan terus waspada menjaga ikatan cinta secara teratur,dan bicara "KITA SEKA-
RANG ADA DIMANA" utk memastikan,keduanya bahagia dg hal2 yg terjadi di dalam hidup mereka. jika salah satu diantara kita ,atau kita sama2 tak bahagia,kita mesti selesaikan. jangan pernah malu utk
mencari bantuan profesional. pasangan sukses tidak menunggu sampai benar2 berpisah dan menandatangani surat perceraian sebelum minta bantuan profesional[konselor,org tua,] kita memecahkan masalah
sedini mungkin.

nb : ok ,guys..be succes for our marriage
Thank You

tembusan dari forum GPI

Dear all..Columbus Day
krn saya merasa anggota baru di GPI ini,maka saya berusaha ingin lebih banyak tahu ttg GPI..[walaaah..macam org lagi pacaran ya..] :grin ,
dan kemarin seharian saya sempatkan membuka ruang milis pelaut ,tak tanggung2,saya buka dari awal [1999] ampe terakhir desember 2008. waah..serasa makin cinta nee..! rasanya saya jadi seperti melihat sebuah perjalanan. sebuah proses yg kaya dg pernak-pernik keberadaannya. ada: mr. alangkibar yg kritisRed Hot,bung ramadhan yg pemberaniNo,mas dodi crosanda yg adem hatiShy Whistler,serta bapak leonis hadar yg bijakLight Bulb [maaf,bagi nama2 yg kesebut,bila kurang berkenan],dll karakter para miliser.
Hippie 1Peace Group ketika saya membaca topik2 yg masuk,serta balesan2nya..terkadang saya berkerut muka [ikut2an..],terkadang pula bengong..,tak jarang jadi tertawa sendiri. ah..saya jadi teringat hakekat sebuah keluarga,dimana tak jarang antara ibu dan ayah berbeda pendapat,antara kakak adik berebut kesempatan masuk kamar mandi kala menjelang berangkat sekolah. dan kalau kita rangkai semuanya,diakui atau tidak,suka atau enggak..semuanya adalah sebuah KEINDAHANFamily 4KELUARGA.
keindahan yg akan membuat benih kebesaran atas keluarga kita kian menjulang.

buat pak ananta,pak budiman dan pengasuh yg lain..semoga diberikan kekuatan,keluasan,serta keikhlasan hati dan pikiran oleh Gusti,utk mengasuh para 'anak2nya',di GPI iniFunny, Good, Happy, Emotion, Excited, Excite, Silly, Excitement, Hurray, Encouragement, Applause, Groovy, Fun, Great, Awesome, Teriffic, Good Job, Nice Job, Well Done, Best, Encouragement, Fan, Cheering, Success, Fantastic, Cheer.
adalah jalan yg tercipta bagi pertumbuhan GPI,adalah sebuah awal bagi kesejahteraan para pelaut[suami2 kita].semoga tidak akan pernah berhenti,apalagi tak menjadi nyata dalam kenyataan. saya berdoa,meski kita mengawalinya di dunia maya[internet],semoga kita dapat juga mewujudkannya di karya nyata keseharian kita. tetap maju para moderator,tetap semangat ya..! Tuhan beserta kita yg memendam niat thulus.

oh iya,saya sdh mencatat sebagian wonder womennya. ada reni,sita oktafitri,naima,prapti,pipit,purwanti,mazra,veni,ria,pitty,anggel,emma christin,venus,juga mba widyawati,surtiasih, di milis pelaut.sedang di forum istri GPI ada ,bu wien ,ida ayu serta saya sendiri [maaf,bila ada yg belum kesebut]. buat mereka2 salam persahabatanMiss U kapan kita mulai kiprah nyata kita nee..? bgm kalau kita mulai di daerah2 dulu. krn saya posisi di malang,bgm utk yg area sby..? kita copy darat yok !..ntar saya yg traktir lunch-nya deh..[asal jgn yg bintang lima..he..he.]. ok lets go Ladies Night sekalian ber-mother day-an bentar lagi kan..?Mother's Day Basket.GOD BLESS US :)Greatest Mom

05 Desember, 2008

Menghargai orang lain

Menghargai Orang Lain

Oleh : Andrie Wongso
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, "Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong", setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin."

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut.
Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.
Pembaca Yang Budiman,

Tiga kata "terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Drive safely........

Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?"
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan... ....

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. Drive Safely Guys..

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT.


Marilah kita renungkan bersama.Semoga bermanfaat.
Tulisan/kisah ini saya forward,persis sama,tanpa mengurangi titik,komanya,dari milis buku-kita yg juga salah satu komunity langganan saya di ethernet,dunia maya tanpa batas ini. yg saya tambahkan disini,hanyalah gambar LORO BLONYO di sebelah ini. dlm adat jawa,kedua patung ini melambangkan kasih sayang antar suami istri hingga kakek2 nenek2. Salam.
------------------------------
*Dear All,*

* *

*Mari kita jaga silahturahmi & persahabatan diantara kita & salam untuk
keluarga*

* *


Ini cerita Nyata, beliau adalah *Bp. Eko Pratomo (?)*, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia


Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan

Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah
senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang
lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi,
dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja
dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
setiap berangkat tidur.

Ru tini tas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih
kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "
Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir
bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata
berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami
mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya,
kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami
sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu
sebaik-baiknya secara bergantian"..

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg
selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun
dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia
menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan
bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu
ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya
Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi
nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno
kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2... disaat itulah meledak tangis beliau dengan
tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup
menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga,
pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi
pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar
merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan
mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,"


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

BukuKita.com - Indonesia Online Bookstore
www.bukukita.comYahoo! Groups Links

02 Desember, 2008

Sebuah Senyuman

Cerita dari sebuah milis tentang kekuatan senyuman
===================================

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama"Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.
Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.



Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya.

Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui
bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu).
Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat.Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas
mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.


Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang
menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.Dalam perjalanan pulang saya merenungkan
kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gayayang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah
ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu." Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah dimalam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."


Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI
HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!


Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang
membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi
mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.


Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni.
Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri



NOTE:

Maka tersenyumlah.....Duh, manisnya kalo lagi tersenyum, he....he...

Kantin Kejujuran

SMAN 1 Bekasi, belum genap satu tahun sudah memiliki kantin kejujuran. Hm… bukan sebuah kantin biasa, tetapi kantin yang mengajarkan bagaimana kita harus jujur. Subhanallah, jaman sekarang susah loh untuk berbuat jujur (mode on: flash back semua kebohongan yang udah pernah dilakuin :( )


Yupz… kantin kejujuran. Ini veni lihat di DAAI TV, gak tahu saat itu tema acaranya apa, soalnya waktu itu lagi iseng mencet-mencet remote, trus penasaran cari “sumber inspirasi”, mampir deh ke stasiun swasta itu.


Karena gak lihat tayangan sebelumnya, jadi veni tahunya hanya sepenggal kisah tentang kantin kejujuran. (kok baru denger ya, klo ini sudah diterapin di SMAN 1 Bekasi, padahal, veni kan tinggal di Bekasi. Ugh…. Ketinggalan info niy
:( )


Di kantin itu, semua pembeli self service ,seperti swalayan , jadi mau beli apa tinggal ambil barangnya (ah...itu kan biasa kalee...). Nah, yang istimewanya di kantin itu adalah pembeli tidak melakukan transaksi face to face dengan “penjual”, berlaku “kepercayaan” antara penjual dan pembeli, jadi kita tinggal ambil barang/makanan/minuman yang kita butuhkan, kemudian kita mencatat di buku transaksi, jumlah barang dan harga, simpan uang dalam kotak penyimpanan, lalu ambil deh kembalian kita sendiri (jangan kebanyakan ambil uang kembaliannya ya, he…he..). Ck…ck… pokoknya bener2 semuanya dilakukan oleh kita sendiri loh (wah….bisa muncul “peluang” nih, mode on: devil).


Seingat veni, kantin itu sudah berjalan lebih dari 6 bulan. Pada awal buka, keuntungan dari sistem penjualan dengan modal kejujuran pembeli, meraih omset sekitar 300 ribu/ bulan, kemudian meningkat terus.Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, muncullah ketidakjujuran dalam pelaksanaannya. Karena tanpa pengawasan, maka menginjak operasional bulan ke-4, ada beberapa siswa yang tidak membayar/ mungkin membayar kurang dari harga yang tertera, karena margin yang diperoleh tidak sesuai dengan jumlah barang yang terjual, walaupun kata pihak sekolah adanya ”ketidakjujuran” itu masih menutupi biaya operasional kantin, tidak sampai rugi.

Tapi...akhirnya, angka ”ketidakjujuran” dalam kantin, perlahan tapi pasti mulai menurun. Kepala sekolah bilang bahwa tujuan dari adanya kantin kejujuran ini adalah untuk ”menciptakan” generasi penerus yang bebas korupsi. Karena sekolah adalah salah satu sarana pembelajaran, maka sekolah ingin memberikan pembelajaran bukan hanya ”ilmu pengetahuan” saja, tetapi juga pembelajaran ”moral”. Ck...ck...(para koruptor ada yang kesindir gak ya?!, he...)


Wah, Two Thumbs buat seluruh civitas akademi SMAN 1 Bekasi, sebuah langkah kongkret untuk “mengasah” sikap jujur melalui cara yang “sederhana” yaitu dengan membuat kantin kejujuran, dimana kita sendiri yang melayani pembayaran dan kembalian atas barang yang kita beli.

Tapi....jika veni memiliki sebuah usaha, sepertinya veni belum bisa berani untuk mempercayakan “barang dagangan” veni begitu saja ke pembeli, seperti di kantin kejujuran he... (selain masih belum berani ngasih kepercayaan, juga masih belum berani rugi nih J )


Ternyata, butuh modal besar ya, buat mendirikan “kantin kejujuran:

  1. Modal kepercayaan antara pembeli dan penjual
  2. Modal harta (siap2 rugi karena tidak ada pemantauan pembayaran)


Well.... siapa nih yang mau coba ngikutin jejak SMAN 1 Bekasi?!...Hayo...siapa yang berani?! (mode on: garuk-garuk kepala, masih mikir untung rugi, he...)